Senin, 11 Juli 2011

Benci tapi Rindu


Masa yang indah adalah masa disaat Cinta itu hadir pada setiap insan, salah satunya adalah seperti yang di rasakan Wanti dan Pandi panggil saja begitu. mereka saling bertengkar bila mereka bertemu, namun bila mereka jauh mereka merasakan kerinduan. perasaan Pandi sama seperti perasaan Wanti cemburu saat melihat sang Dia bersama yang lain, tapi mereka tak bisa ungkapkan bahwa ada rasa Cinta disisi Hati mereka. Wanti dan Pandi yang masih duduk dikelas 3 SMP mereka berdua selalu satu kelas sejak dikelas 6 SD hingga sekarang.
" Hey ... Cewe jalang lo pikir diri lo cantik apa ! ngomong yang bukan2 tentang Gw."
kata Pandi pada Wanti bersama temannya.
" Hey ... iya memang kenapa ! lo ga seneng ...?! kalo Gw bilang sama Cewe itu kalo lo Cowok murah yang suka Obral Cinta !!"
jawab Wanti dengan Cetus pada Pandi didepan teman pandi.
" jadi mau lo apa !! "   kata Pandi lagi pada Wanti.
" lah lo maunya apa !! "
jawab Wanti dengan bentak.
Dan mereka berdua berkelahi di area sekolahan SMP.
" cukup ! aduh... kenapa sich kalian berdua kalo ketemu pasti berantem kayak kucing ama anjing !! "
kata salah satu Guru di sekolah SMP itu.
sudah tidak asing lagi suasana sekolah SMP itu menjadi ramai bila Wanti dan Pandi bertemu, namun pada saatnya datang yang mengakurkan antara Wanti dan Pandi, mereka berduapun sadar bahwa mereka saling mencintai. Pandi bingung dari mana dia harus mulai bicaranya untuk ungkapkan rasa Cintanya pada Wanti, karana selama ini Pandi sangat membenci Wanti. begitu juga Wanti sama seperti Pandi. Wanti ingin menelpon Pandi dan mengatakan bahwa dia Cinta padanya, begitupun Pandi ingin menelpon kalau sangat mencintai wanti. Sambungan Sinyal Telepon pun bentrok dan mereka menutup Teleponnya kembali, berkali-kali meraka menelpon tapi tak bisa. karna Sambungan Sinyal Telepon bentrok antara Pandi dan Wanti, akhirnya Pandi pergi untuk menemui Wanti ditempat biasa Wanti bersama temannya. Wanti pun begitu sama seperti Pandi. namun mereka tak saling bertemu mereka saling mencari dihari itu juga. akhirnya mereka kelelahan ditempat yang sama dimana Wanti dan Pandi istirahat sejenak, tak senagaja Wanti menoleh kekiri dan Pandi menoleh kekanan mereka berduapun saling melihat. mereka jalan berlahan untuk menghampiri dan sesudah berdekatan antara Pandi dan Wanti keduanya tertawa tak bisa Ungkapkan Cintanya. begitulah karna Cinta tak harus diungkapkan tapi di Rasakan.


Perhatian :
Untuk di Print Postingan Ini pilih : Pages, From:2 To:2
print this page

0 komentar :